• Home
  • Posts RSS
  • Comments RSS
  • @allchatboxrise
  • Follow me @314sofia
Blue Orange Purple Green Pink

Sofia's blog

No Excuse? Yupp! NO EXCUSE!!!

Baru beberapa minggu lalu gw posting ini, tentang orang2 yang bisa dijadikan pembelajaran oleh Rio untuk mengupgrade skillnya, agar dia bisa eksis di dunia musik Indonesia. Lalu gw terbengong sendiri mendapati diri gw sendiri yang masih juga jalan di tempat dalam hal skill IT. Hmmph, lebih tepatnya ERP oracle e-business approach skill. Tiga tahun, tak juga menjadikan gw ahli dalam bidang ini. As a technical, or a functional. Hmmpph... Apa kabar dengan target Techno-functional gw? Manufacturing? Supply Chain Management? Finance? Hadooohh... Kemana semangat gw 3 tahun yang lalu untuk melahap semuanya? Buku2? Ask the Master? Forum diskusi? Dan yang terparah adalah, apa kabar Bab 3? Masih mau dilanjutin skripsi bahas ERPnya? Idealismenya masih kuat? Bahasannya terlalu susah? Apa mau disimpen buat S2 (amin 100x untuk S2nya)? Kalo bisa sekarang, kenapa harus nanti? Mumpung gw masih di Suzuki, dan mumpung Suzuki masih implement Oracle E-Business. Jika suatu hari gw pindah dari client ini, apa yg udah gw dapet?

Apa yang salah? Otak gw? Motivasi gw? Keyakinan gw?
...
...
...

Udah terlalu sering gw menyalahkan kondisi atas mandegnya pembelajaran gw, saatnya gw bilang pada diri sendiri: NO EXCUSE FOR YOU!!! Pelajari sekarang, atau gw akan kehilangan kesempatan ini selama-lamanya!. I CAN, IF I THINK I CAN. Ingat kata2 yg gw tulis buat Rio? : Banyak hal yang bisa menghambat kamu untuk belajar, tapi akan ada lebih banyak hal lagi yang mampu mengantarkan kamu ke jalan itu, jika kamu punya keinginan kuat untuk mencapai sesuatu. Sekarang, saatnya berhenti mengeluh, dan mulai belajar. Time to be better! Upgrade? Akselerasi!

T A R G E T    O P E R A T I O N ! !
Read More 8 comments | Posted by Sofia edit post

a Little Princess resume

Finnaly nemu juga buku ini. Setelah gw denger reviewnya di Drive n Jive jamannya Iwet-Rahmah, segment acaranya Drive n Jive's books club hardrock FM. A Little Princess by Frances Hodgson Burrnett merupakan serial novelet yg dimuat di St. Nicholas Magazine pada 1888 dan dibukukan setelah berbagai revisi dan penambahan tokoh pada 1904. Ini buku klasik banget. Gw baru ngeh kalo Frances Hodgson Burrnett juga nulis The Secret Garden. Saking udah leceknya tu buku the secret garden, gw jadi ga hafal nama penulisnya, karena covernya udah jelek banget, dapet minjem pula :D. Membaca buku2 ini seperti menonton film anak-anak eropa jaman dahulu kala. Loteng, perapian, kereta kuda, pesta, perjamuan minum teh, gaun, tarian, dan asrama. Love it love it! Meskipun terjemahan, novel ini sangat enak dibaca. Alurnya membuat gw merasakan sensasi menyenangkan negeri dongeng seperti dalam cinderella. Reaksi gw ketika baca buku ini? Tersenyum bahagia, Hehehehe, indahnya dunia bocah! *pedophil kambuh*.

Buku ini sukses mengantarkan gw ke alam khayal si Putri Kecil berusia 7 tahun, Sara Crewe, yang original, namun tetap berprinsip. Original karena tiap khayalan yang diceritakan di buku itu sangat khas anak kecil, dan berprinsip karena dia selalu berusaha memerankan perannya sebagai putri, dimana ia harus bersikap baik dan anggun dalam semua kondisi. Ceritanya sendiri sangat sederhana, Sara merupakan anak Kapten Crewe yang kaya, ditugaskan di India. Ketika memasuki masa sekolah, Sang kapten mengirimkan anaknya ke asrama di London untuk sekolah, karena kondisi di India kurang baik untuk pendidikan. Pada mulanya, Sara mendapatkan perlakuan dan fasilitas istimewa dari Nona Minchin Pemilik asrama dan teman-temannya. Nasib buruk menimpanya ketika sang Ayah meninggal dengan kondisi bankrut dan tidak menyisakan sedikitpun kekayaan untuknya. Sara yang awalnya diperlakukan bagai putri, kini harus bekerja layaknya seorang budak. Kepribadian Sara yang mengagumkan dan seperti puteri sungguhan, menjadikan hari2 penuh penderitaan yang dijalaninya benar2 berbeda. Ia mampu bertahan sampai akhirnya nasib kembali berbaik hati karena pertemuan dengan rekan bisnis Ayahnya yang sudah lama mencari si Nona Kecil sahabatnya itu. A happy ending story, layaknya semua cerita yang berawal dengan Once Upon A time, maka harus berakhir dengan Happily Ever After (quotes from Ella in Fringe TV Series ^^ 2nd Session 20th Episode).

Gw suka Sara yang mampu melahap buku-buku yang berat sekalipun. Gw suka Sara yang mampu berbagi dan mengajarkan bahasa Prancis pada teman-temannya. Gw suka Sara yang ahli bercerita. Gw suka Sara yang berimajinasi dirinya menjadi Putri, dan bertindak layaknya seorang Putri. Gw suka Sara yang menganggap Emily, bonekanya bisa beraktifitas seperti manusia ketika ditinggalkan sendirian di kamarnya (jauh sebelum toy story muncul ^^). Gw suka Sara yang marah dengan cara elegant, dan menahan diri untuk tidak melawan karena ia meyakini, seorang putri tidak akan berbuat kasar. Gw suka Sara yang tatapannya mampu membuat Nona Minchin merasa kalah. Gw suka Sara yang mampu bertahan di loteng yang dingin dengan menghayalkan dirinya prajurit yang sedang ditahan di penjara bastille. Gw suka Sara yang bertanya dengan sopan pada pegawai toko roti tentang uang yang ia temukan di selokan depan tokonya, lalu dengan tulusnya berbagi 5 dari 6 roti yang ia beli dengan uang temuannya itu, pada pengemis kecil yang lebih lapar darinya. Gw suka Sara yang berusaha menolak uang yang diberikan padanya hanya karena penampilannya mirip dengan pengemis, namun akhirnya dengan bijaknya ia terima uang itu demi menyenangkan si pemberi. Gw suka Sara yang berterima kasih pada Tuan India atas keajaiban yang diberikan padanya.

Terlalu Perfect? Mungkin Iya, dan biasanya gw ga suka sama karakter2 seperti ini ,tapi bocah ini terlalu manis untuk dimasukkan daftar tokoh2 perfect yang ga gw suka, hehehe. Membaca buku ini akan dipuaskan dengan kekuatan imajinasi dan khayalan seorang gadis kecil. Khayalan yang membangun. Khayalan yang menjadikannya kreatif. Khayalan yang membuat gw bertanya-tanya, jangan-jangan Rhonda Byrne terinspirasi menulis The Secret dari buku ini, hahaha, ngaco!!!

Gambar dari sini
Read More 0 comments | Posted by Sofia edit post

Brrrrr!!

Sempurna sudah dinginnya kota Bandung membekukan gw. Dalam sehari ini, dua kali gw menggigil sampe bergemeletukan gigi (halah, bahasanya).  Berenang pagi2 di Arcamanik yang dingiin, dan off road malem2 menembus hujan dan banjir menuju ke sukahaji, brrrr!!
Read More 6 comments | Posted by Sofia edit post

Tradisi Foto Kelas

Awal ramadhan ini gw pulang ke Bandung, ada beberapa hal yang cukup teramati di rumah. Beberapa perubahan, termasuk dekorasi kamar gw (yang sudah diambil alih sama si Bungsu). Lebih banyak foto yang dipajang disana. Satu foto gw, dan beberapa foto Jihad yang baru. Baru ngeh kalo Jihad udah kelas 2 SMP, dan tentu saja, akan mengalami tradisi pelajar Bandung: Foto Kelas. Baru ngeh juga kl dia udah gede dan cukup ganteng dibandingkan sama temen2 sekelasnya, hehehehe. Gw blm pernah searching secara khusus tentang tradisi ini. Sebatas yang gw alami, yang ternyata masih berlanjut sampai generasi adik gw. Bedanya, jaman gw sekolah fotonya masih dicetak pake klise, dengan bakground foto asli segede dinding, sedangkan jaman adik gw sekarang, selain dapet foto cetak, ada juga file dalam CD dengan background foto yang udah diedit2 digital.

Sebelum gw ceritain tentang tradisi foto kelas, di Bandung ada satu studio foto yang legend banget. Namanya Jonas, letaknya di area Jl. Banda. Bahkan sebelum daerah itu rame dengan Factory Outlet, Jonas Photo udah terkenal banget di Bandung. Disinilah tradisi ini berkembang. Hampir semua sekolah dan universitas berfoto kelas di Jonas. Saking terkenal dan penuh, harus reservasi dulu sebelum foto. Dan setau gw, sampai saat ini belum ada pesaing yang bisa menandingi tenarnya Jonas. Tradisi Foto kelas biasanya dilakukan dua kali, diawal pembentukan kelas baru, dan di akhir sebelum kenaikan kelas, yang artinya, sebelum ganti temen2 baru lagi. Yang gw maksud foto kelas ini bukan foto resmi dimana murid2 duduk rapi di kursi dengan formasi yang udah ditentukan wali kelas. Tapi foto bebas yang penuh dengan kreasi. Dari foto kelas ini terlihat perubahan gaya seseorang, dari yang culun sampe yang ketauan bandel2nya. Setiap kelas biasanya punya tema foto sendiri. Kreatifitas tiap kelas biasanya terlihat disini. Jaman gw SMA, foto kelas dijadikan salah satu ukuran satu kelas itu asik atau engga. Dan jangan salah, meskipun Kelas unggulan yang isinya anak-anak pinter yang (biasanya) ga gaul n culun, juga bisa kreatif! Bahkan lebih kreatif dari kelas anak2 bandel yang ekspresif. Waktu kelas 3 SMA, kelas unggulan IPA 5 punya tema hantu, dan aslinya! mereka difoto dengan kostum2 aneh: drakula, kunti, nenek sihir, suster ngesot, korban pembuhuhan, pocong, wheeew, lengkap dengan make up buat bikin mukanya putih pucet.
 
Foto kelas gw yang paling berkesan adalah waktu bareng anak-anak 3 IPA 2 SMA 8 Bandung. Tema yang diangkat saat itu sebenernya adalah cita-cita. Setiap orang punya pasangan masing-masing (hasil undian kocok mengkocok). Dan ide yang terkumpul dari masing-masing pasangan ternyata luar biasa!! amazing malah... Ada yang jadi Bapak-Ibu Lurah, ada yg jadi Ibu dokter dan passiennya, ada yg jadi traveler, ada yg pake kostum piyama, ada iteung dan kabayan, ada yang pake toga, ada yg jadi peramal, ada yang jadi ilmuan, ada yang jadi artis, ada yang jadi ibu hamil dan suami siaga, bahkan ada yang jadi pasangan mesum. Hahaha, liatlah betapa banyak yang melenceng dari tema... Gw terkagum2 sendiri dengan ide temen2 gw. Semuanya maksimal! sampe ada yang nyiapin kostum khusus buat foto kelas (minus yang pasangan mesum, karena mereka ga pake kostum!! haha) Waktu eksekusi pemotretan, rusuh banget!! Anak-anak dari sekolah lain yang mau foto kelas juga pada bengong dan terpana melihat rombongan sirkus IPA 2. Bpk Agus, wali kelas tercinta cuma senyum2 bangga (bener bangga ga Pak?, hehe) dan akhirnya ngaku ketagihan difoto setelah diculik rame2 sama barudak IPA2, hehe.

 (Tebak, gw yang mana? hehehe)

Gw baru nanya2 beberapa orang temen dari luar Bandung, kebanyakan setiap sekolah selalu menyelenggarakan foto kelas, tapi tidak sampai menjadi tradisi wajib di kotanya. Mengingat kamera sudah sangat mudah didapatkan, baik di HP, digital camera sampe kamera DSLR, mungkin saja tradisi ini akan tegerser. Tapi sampai saat ini, di Bandung, tradisi foto kelas masih menjadi hal wajib yang harus dilakukan oleh setiap kelas di sekolah2 dan universitas. Bagaimana di kotamu? Adakah tradisi ini?
Read More 3 comments | Posted by Sofia edit post

Jangan Lepaskan Lagi...

Ramadhan kali ini salah satu doa yang gw anggap imposible terwujud. She's back!, my lovely sister. Alhamdulillah, betapa besar kasih sayangMu untuk kami ya Alloh. Setelah perjalanan jauhmu yang pastinya melelahkan, ayo kita pulang. Genggam tanganku, jangan pernah lepaskan lagi. Semoga Alloh lebih meringankan langkah kita, perjuangan ini terasa berat tanpamu. They miss us. And i really2 miss u.

Love U always, Dd
Gambar dari sini
Read More 1 Comment | Posted by Sofia edit post

Lucu

Buat yang suka bilang 'Lucu'

Temen gw yang cowok pernah nanya, Kenapa sih Cewek tuh selalu bilang: "Iiiih Lucu Banget... Yang itu Juga Lucu, Apalagi yang ini, Lucu Bangett..." Ga ada kata selain 'Lucu'  kah?
Cowok itu Lucu Ya?
Buku itu lucu banget!
Kucingnya lucu banget!
Woow, bentuk kuenya lucu banget!...
Bla bla bla Lucu, Apa apa lucu.
Yakakaka,,, merasa?
Sama...!!! Dan gw juga ga inget waktu itu ngasih jawaban apa. Pokonya Lucu, titik, hehe.Waaiittt... kenapa gw tertarik menuliskan ini? Karena gw baru baca buku yg menurut gw juga lucu(hahaha, silahkan dihitung ada berapa kata lucu dalam postingan ini). Ini kutipannya:
Jika anak-anak hampir kehilangan rasa takjub mereka pada kejadian, maka mereka mungkin akan mengatakan hal-hal berikut:

Ibu bilang saat di kebun binantang, "Lihat kera kecil itu lucu, lihat burung kecil itu lucu, lihat betapa lucunya jerapah itu, dan bebek itu lucu juga:
Ibu, apakah tidak ada kata lain selain lucu?
Ya, ada kata lain seperti jenaka, bagus, imut, tapi semua artinya sama aja kan?
Aku bosan semua manis dan cantik.
Yang berikutnya tentu akan lucu juga, aku jadi...
Aku akan mengingat betapa binatang-binantang itu sangat berbeda jika tidak mengatakan mereka semua lucu. Aku akan mengingat binatang-binantang itu berbeda. Jika kita punya perbendaharaan kata yang banyak. Kita bisa mengatakan "Ada monyet yang memiliki jambul di kepala, ada burung kecil berekor panjang, atau kalimat-kalimat lain.
Mengapa tidak kau tanyakan kenapa aku suka yang itu dan kenapa aku ingin memelihara yang itu? Bagaimana rasanya memegang burung kecil itu? Apa yang aku bayangkan jika melihat beruang sedang berenang?
Aku tidak berpikir apa aku menambah perbendaharaan kata-kataku minggu ini.
Aku bahkan tidak dapat mengingat dengan baik apa yang telah aku lihat.
Aku bahkan tidak menulis kata "menakjubkan" atau "ajaib" dalam diary.
Aku sangat marah padamu. Kamu merampas itu semua.
Apakah dalam doamu juga kau kayakan bahwa Alloh itu lucu. Islam itu manis, titik!
Lalu apa?!
Aku bosan meskipun mungkin kau mengatakan yang sebenarnya.

Aaaawwww... Merasa tersindir? Malu? Lucu ya kutipannya? hehehe. Mungkin, bagi sebagian besar perempuan, kata lucu ini mengalami perluasan makna didandingkan dulu (lupa istilah bahasa indonesianya apa...). Terus terang, sebelumnya gw tidak pernah berpikir bahwa sebenarnya 'Lucu' yang sering gw ucapkan ternyata bagai sebuah cacat kosa kata. Dan gw ga inget sejak kapan gw sering mengucapkan kata lucu untuk mendeskripsikan apapun yang gw lihat. Pada saat apa gw berkata 'lucu'? Saat kehabisan kata-kata untuk mendeskripsikan sesuatu? Saat tidak bisa menjelaskan satu keindahan dengan kata-kata? Wow, artinya 'lucu' sebagai senjata pamungkas yang gw keluarkan ketika amunisi kata lain hilang di otak gw? "Pokonya Lucu deh!"... Barulah gw tersadar bahwa 'lucu' adalah sebuah kecacatan dalam kosa kata gw. Gw ga pernah berpikir sejauh si anak kecil dalam kutipan buku itu. Bahwa dengan mendeskripsikan sesuatu dengan kosa kata yang beragam, akan membantu dalam mengingat hal tersebut secara lebih rinci. Bahwa kita sangat TIDAK KREATIF dengan men-generalisasi semua keindahan dengan kata 'lucu'. Oh No!! bahkan gw TIDAK PROTES ketika orang lainpun mungkin mendeskripsikan diri gw hanya dengan kata 'lucu'...

Lu tau Sofia ga? kaya gimana sih anaknya?
Hm... yang 'lucu' itu lho...

Weeeiiittss, sebelum membaca kutipan tadi, gw akan seneng bukan kepalang kalo deskripsi diri gw seperti tadi. Tapi, buat yang udah baca postingan ini, please... describe diri gw yang lebih rinci, gw ga pengen hanya diingat, dan direpresentasikan dengan kata 'lucu' yang sepertinya sama dengan lucunya monyet. Hehehe, ini sekedar postingan untuk mengajak 'yg lagi nyasar ke blog ini' untuk lebih beragam menggunakan kosa kata. Hallooo... kata kata menakjubkan itu banyak sekali!!! Bukan hanya 'lucu'. Tidak ingin kan suatu hari anak kita seperti yang ada di kutipan buku tadi? Atau lebih parahnya, dia bahkan tidak sadar bahwa dirinya telah 'disempitkan' oleh kata2 karena kita sendiri pun tidak menyadari hal itu. Mari lebih peduli, mari lebih kreatif!!!

Sumber kutipan: Subhanallah Wonderful Islam karya Soumy Ana Cicero Publishing Maret 2010

(Udah dihitung ada berapa kata lucu di postingan ini? hehehe...silahkan kasih comment)
Read More 5 comments | Posted by Sofia edit post

Met Ulbul ke 3 @allchatboxrise


dear @allchatboxrise
Terimakasih untuk persahabatan yang luar biasa selama ini. Gw baru gabung tepat saat @allchatboxrise ulbul yang ke-1. Sebelumnya, hanya mengamati kalian di ning, dan akhirnya, terjerumus jg sama kegilaan2 kalian. Such a great friendship!!. Seperti yg udah pernah gw tulis di posting sbelumnya, buat gw, kalian lebih berharga dari sekedar meributkan mention si bocah, menyapa kalian, membantu kalian, membuat sesuatu untuk kalian, dan tentunya bersahabat dengan kalian adalah harta karun sebenarnya dari penjelajahan gw. Met ulbul ya @allchatboxrise, terima kasih udah membuat hari-hari gw jadi lebih berwarna. Kopdar Akbar? se-Indonesia?? Ayooooo!!!

Read More 8 comments | Posted by Sofia edit post
Postingan Lebih Baru Postingan Lama Beranda

The Ultimate Me

  • Search


  • Another Me


    Another Me

    Another me

    Labels

    • dalem (24)
    • friendship (13)
    • Idola Cilik (12)
    • curhat (10)
    • Inside Bandung (8)
    • musik (8)
    • buku (7)
    • family (7)
    • kanaya (7)
    • bandung (6)
    • video (6)
    • nayra (5)
    • celebrate (4)
    • kesya (4)
    • personal (4)
    • Belajar (3)
    • allchatboxrise (3)
    • dari radio (3)
    • first (3)
    • multimedia (3)
    • Cuma Ada Disini (2)
    • Fiksi Musikal (2)
    • fammily (2)
    • program hamil (2)
    • tancop (2)
    • you and i (2)
    • Nasya (1)
    • Rafiq (1)
    • materi kuliah (1)
    • tobat (1)

    Blog Archive

    • ▼  2016 (1)
      • ▼  April (1)
        • Promil 101 (part 1: memilih dokter kandungan)
    • ►  2015 (4)
      • ►  Juli (3)
      • ►  April (1)
    • ►  2014 (1)
      • ►  Maret (1)
    • ►  2013 (10)
      • ►  Desember (2)
      • ►  Oktober (3)
      • ►  Agustus (2)
      • ►  Juni (1)
      • ►  Mei (1)
      • ►  Januari (1)
    • ►  2012 (2)
      • ►  Maret (1)
      • ►  Februari (1)
    • ►  2011 (22)
      • ►  Desember (1)
      • ►  Juli (1)
      • ►  Mei (2)
      • ►  April (10)
      • ►  Maret (7)
      • ►  Januari (1)
    • ►  2010 (49)
      • ►  Desember (3)
      • ►  November (1)
      • ►  Oktober (2)
      • ►  September (6)
      • ►  Agustus (7)
      • ►  Juli (4)
      • ►  Juni (5)
      • ►  Mei (1)
      • ►  April (7)
      • ►  Maret (7)
      • ►  Februari (6)

    My Chatbox





    • Home
    • Posts RSS
    • Comments RSS
    • Edit

    © Copyright The Ultimate Me. All rights reserved.
    Designed by FTL Wordpress Themes | Bloggerized by FalconHive.com
    brought to you by Smashing Magazine

    Back to Top