• Home
  • Posts RSS
  • Comments RSS
  • @allchatboxrise
  • Follow me @314sofia
Blue Orange Purple Green Pink

Sofia's blog

resonansi


Mengagumi Pemuda ini dari sisi yang tak terbaca. Ada resonansi tak terbantahkan ketika jiwa mudanya bergetar, meneriakan idealisme, menurutkan hati nuraninya. Terlalu absurd jika gw ikut berteriak, menjadi suporter baginya. Terlalu angkuh hati ini untuk sekali saja berbangga tentangnya. Biarlah rasa sayang itu berganti rupa menjadi omelan yang membosankan, perintah yang memaksa, dan nasehat yang menyebalkan. Kali ini, ijinkan gw menerjemahkan rangkaian sikap itu kedalam bahasa yang gamblang. Itupun karena gw yakin, dia tidak akan berkunjung kesini dan membaca tulisan ini.

Pemuda ini pernah mengirim sms, meminta dibelikan pulsa, padahal baru saja minggu kemarin dia meminta hal yang sama. Lalu gw mengatakan TIDAK, semata-mata untuk melatih kemandirian dan mengajarkan untuk  tidak menggampangkan sesuatu. Lalu tanpa disangka, dia tidak memaksa, malah pasrah dengan keputusan gw, tanpa perlawanan yang biasanya. Seketika gw langsung merasa bersalah, reaksi yang tidak sesuai dengan apa yang gw bayangkan. Lalu akhirnya gw kirim juga pulsa, tentu saja dengan waktu jeda, gengsi kalau langsung mengabulkan permintaannya saat itu juga. Lalu ia berterima kasih dengan kata-kata gombal penuh pujian. Gw tau saat itu sedang dibodohi si kunyuk ini, tapi tetap saja gw senang dengan pujiannya ^^. Juga ketika tidak ada kabar saat ia field trip ke Jogja, dan beberapa sms gw tak kunjung dibalas, lalu kata-kata penuh khawatir terucap juga: answer me! i'm worry!. Akhirnya ia membalas sms gw dan berkata ia baik-baik saja. Lalu diakhiri dengan permintaan penuh drama yang mengatakan perlu uang tambahan karena ada sesuatu yang terjadi diluar perkiraannya. Lagi-lagi, dia gunakan kehawatiran gw untuk mendapat uang jajan lebih. Kampret! dasar licik! Gw membayangkan dia sedang cengar-cengir puas di Jogja sana.

Gw inget, suatu hari gw bertindak sebagai reporter yang melakukan interview untuk sebuah tulisan yang ga pernah jadi. Si anak band ini bercerita tentang idealismenya. Bagaimana ia bermusik, bagaimana ia merasa tidak pernah didukung oleh orang tua, namun tetap ingin mengekspresikan dirinya di jalur ini. Bagaimana ia bersama teman-teman bandnya pertama kali mengisi sebuah acara anak muda Bandung. Bagaimana ia sering ngamen untuk mengumpulkan dana bagi kegiatan sekolah atau kampusnya. Bagaimana ia bermimpi menjadi seorang rockstar, seorang basist handal. Bagaimana idealisme band-band indie yang biasanya banting stir, mengalah pada selera pasar setelah pindah ke jalur mainstream. Gw hanya bisa menyembunyikan kekaguman dalam hati dan menertawakan diri sendiri karena gitar pertama yang ia pakai untuk belajar bermusik adalah milik gw. Gitar yang gw beli dengan jatah 'uang lebaran' gw waktu smp, karena provokasi seorang teman yang sedang giat-giatnya belajar maen gitar. Dan gw? sampe sekarang ga bisa memainkan si benda itu, miris.

Pemuda itu juga pernah menipu gw, saat gw merasa sedikit ke-GRan karena dia hanya menginginkan gw yang mengantarnya dalam pengambilan raport. Oooh, dia mulai menganggap gw sebagai orang yang bisa diandalkan? Ternyata dia hanya ingin menghindari omelan guru dan orang tua karena lagi-lagi alpha lebih dari 30 hari. Geblek! Lo mau ga naek kelas lagi? bisa ga sih lebih bertanggung jawab sama hidup lo sendiri? Lalu suatu hari gw membentaknya karena ia tidak ingin kuliah, hanya ingin dibelikan motor. Berdebat lalu diakhri dengan kemarahan. Mau jadi apa lo? Cowo ga berpendidikan? Orang lain rela melakukan apapun asalkan bisa kuliah. Setelah akhirnya dia menyerah dan menerima tantangan untuk mengikuti ujian masuk polban, gw harus kembali menyembunyikan kebanggan karena ia berhasil lulus dalam test yang katanya susah itu dengan waktu belajar ga lebih dari satu bulan. Jadilah ia si anak pariwisata. Lucky him!. Atau ketika dia kembali merengek, meminta dukungan untuk menyampaikan pada orang tua bahwa ia ingin pindah jurusan di akhir semester 4, 2 semester lagi menuju gelar sarjana muda. Kali ini gw harus dibenturkan pada dua kepentingan. Orang tua dan masa depan dia. Katanya ia sudah menemukan jiwanya, dan memutuskan untuk menjadi si anak sastra. Lalu orang tua sudah tidak bisa mengusahakan jika harus menanggung biaya kuliah dari nol lagi. Akhirnya kembali gw bertaruh dengan nasib. Boleh pindah jurusan, asalkan masuk sastra unpad lewat snmptn. Kesempatan yang ia miliki hanya tinggal seminggu, untuk belajar dan mengurus ini itunya. Beruntung karena saat itu pendaftaran snmptn ada gelombang kedua, untuk siswa yang mengulang UN karena tidak lulus. Dan lagi-lagi, gw harus terheran-heran dengan keberhasilan yang ia raih. Si pemuda ini, entah genius yang tersembunyi, atau sekedar seorang yang lucky?

Dia bukan seseorang yang menghiasi dirinya dengan prestasi umum yang membanggakan, kuliah dengan IP tinggi dan mendapatkan beasiswa. Sikap yang ia tunjukan lebih banyak membuat gw jengkel dan kesal. Terlalu absurd bukan jika gw harus mengakui bahwa faktanya, ia bisa mencapai sesuatu yang pernah gw cita-citakan. gitaris, sastrawan, kuliah di kampus ternama, traveling kemana-mana... Maka sekali lagi, biarkan gw mengaguminya dari sisi yang tidak pernah terbaca olehnya. Mengkonversi rasa sayang dalam bentuk yang sulit diterjemahkan. Semoga ketika ia dewasa, ia bisa merasakan resonansi yang gw getarkan. Mengenali kesamaan frekuensi yang selama ini mendampingi setiap denyut mimpinya. Jadilah seseorang yang kamu inginkan, dan bertanggung jawablah pada setiap pilihan yang kamu buat.

Baru sadar, ga ada foto gw sama si pemuda itu, hanya ini kenangan kami berdua ^^
Read More 4 comments | Posted by Sofia edit post

Homogenic



Gw lg seneng bgt sama lagu ini, judulya Lirih. Cukup jadul sebenarnya, rilis tahun 2006. Entah karena apa, lagu2nya Homogenic selalu membuat gw merasakan atmosfir Bandung. Pengetahuan musik gw terbatas, tp menurut mbah google dan si anak sastra di rumah, genrenya adalah electronic pop. Gw selalu merasa tenggelam dalam kesyahduan tiap denger lagunya *halah*. Salah satunya karena suara sang vokalis Risa saraswati yang keren parah! Sayangnya, di album ketiga mereka, si teteh risa out dari homogenic dan bikin band sendiri namanya sarasvati. Homogenic jadi lebih ngepop, dan kurang soulfull. Lebih suka versi lama sih, tapi formasi barunya juga oke ko, ga kalah enak buat dinikmati.

Direct download disini.

Dan inilah liriknya...

Sayup terdengar lirihku
Bawa malam dalam terang
Sempatkan ragu terucap
Kala terbang ku tak berpijak

Buka mata ku tlah tiba
Pada sebuah rindu
Genggam erat diriku
Temaniku..temaniku

Inikah dunia yang berada di rangkulku
Inikah maknaku terenggut putaran waktu

kemanaku kan tiba?
biar ku berarak

Inikah dunia yang berada di rangkulku
Inikah maknaku terenggut putaran waktu

Akankah semua terhenti
Jadikan duniaku abadi
Akhiri ritme tak pasti
Kesunyianku kerinduanku 
Read More 1 Comment | Posted by Sofia edit post

guilty pleasure


What are you resist, persist
Apa yang lo tolak, justru bakalan awet

setidaknya gw 'sadar' akan hal ini :)
Read More 0 comments | Posted by Sofia edit post

Harta Karun (?)


Akhirnya, berhasil juga mindahin private folder kantor ke laptop. Total sizenya hampir 8 GB, belum termasuk folder lagu -__-". Dan gw menemukan foto2 ini di salah satu folder images dengan subfolder idolacilik, hasil editan iseng dalam rangka menghilangkan kebosanan diwaktu status kerjaan idle. Hehehe ketauan deh kerjaannya ngapain aja di kantor :D

Foto-foto si Ganteng Gabriel Stevent Damanik
Kangen senyum yang ini!!
Foto-foto Obiet sewaktu ngelive di JakTv
Tulisan di kanan itu liriknya lagu Obiet - Lentera Jiwa
Dan, komik foto yang gw bikin dalam rangka ultah ke 13 Mario Stevano Aditya Haling
Kesimpulan bongkar-bongkarannya:
1. Foto2 Rio masih menjadi foto-kualitas-biasa-tp-paling-banyak-gw-edit-dan-paling-banyak-memacu-kreatifitas-gw (posisi Rio dalam hal 'menginspirasi' blm terkalahkan siapapun ^^)
2. Foto2 Iyel adalah foto-yg-banyak-didonlot-tp-jarang-diedit-saking-udah-ganteng-dari-sononya *halah*
3. Foto2 Obiet adalah foto-yg-paling-susah-di-retouch-entah-apa-sebabnya
4. Foto2 Cakka adalah paling-tebar-pesona-lengkap-dari-semua-angle ini si bocah sadar banget kamera, plus admin2nya yang giat tiada terkira.
5. Foto2 Alvin paling-canggih-kualitasnya-dan-wajib-dikoleksi-plus-paling-kiyut-mukanya hahaha
6. Foto2 Ray adalah foto-yang-paling-sering-nyasar-ke-folder-cakka-gara2-sering-banget-bersamasama
7. Foto2 idola cilik yang gw koleksi adalah foto2 cowo2 semua!! hahaha...

Sekian  acara bongkar-bongkar harta karun yang tersisa dari masa-masa labil karena idola cilik. Still proud of them!!!

Read More 4 comments | Posted by Sofia edit post

Happy Birthday Echa!!



Kali ini, gw pengen jadi yang terakhir, yang menutup rangkaian selamat di hari spesialmu.
Selamat ulang tahun...

*telaaaatt!!!*
Read More 8 comments | Posted by Sofia edit post

Trial and Error


Buat gw, banyak hal yang bisa dipelajari dari programming. Profesi ini memang menuntut ketelitian dan kesabaran. Banyak temen2 programmer yang justru beralih menjadi analyst atau project manager yang dianggap lebih tinggi derajatnya dari sekedar mengurusi begin end. Tapi buat gw, sangatlah menyenangkan ketika berhasil menemukan penyelesaian dari permasalahan logika sebuah program. Beberapa prinsip dalam dunia IT sebetulnya sangat relevan digunakan dalam kehidupan kita. Salah satunya adalah prinsip trial dan error.

Minggu ini gw melakukan trial error tingkat parah. Gw sebut sebagai blind trial error. Bener2 buta, tanpa pencerahan. Ga ada cara lain selain mencoba, melakukan kesalahan, memperbaiki dan mencoba lagi, terus berulang. Case yang gw hadapi adalah print report part tag yang menggunakan barcode. Sebelumnya report tersebut dibuat dalam bentuk pdf, tapi karena barcodenya ga kebaca saat discan, report tersebut harus diubah ke format character mode. Yang artinya, setiap karakter dalam report tersebut, harus gw setting koordinat x y serta ukurannya dengan script yang hanya berlaku di printer itu saja. Beda printer? beda script! No actual preview! just print. Kesalahan penempatan satu karakter saja bisa mengakibatkan layout kacau balau. Lebih menyiksa lagi karena posisi printer tersebut jauh ga ketulungan: Beda gedung!. Jadilah gw pindahan lapak dari Office lt.2 ke gedung depan deket resepsionis. Hasil testnya? Berapa rim? hehehehe, lumayan lah buat dikiloin.

Setelah berhasil menyelesaikan task itu, gw terkaget sendiri dengan proses yang baru saja gw lewati. Print, error, perbaiki script, print lagi, error lagi, perbaiki lagi. Menghadapi eror terus menerus bukan hal yang menyenangkan. Terkadang, untuk satu perbaikan kecil saja, memerlukan effort yang sangat banyak jika diterjemahkan kedalam script program. Tak jarang user memandang perubahan itu sepele, namanya juga user, yang ia ketahui hanyalah menekan tombol print, padahal perintah yang ada di dalam tombol tersebut bisa ribuan  baris. Kuncinya? just try and try! Begitupun dalam hidup. Demi sebuah perbaikan, kita harus selalu mencoba dan mencoba, mengulangnya terus menerus. Sudah pasti hal tersebut tidaklah mudah. Orang lain memandang sepele? Berarti ia adalah orang yang tidak memahami arti sebuah proses. Saat mengoreksi script yang salah, seringkali script yang sudah benar malah terhapus. Tidak jarang pula error yang sama dengan penyebab yang sama terus menerus terjadi. Begitupun hidup. Saat kita ingin meraih sesuatu, berusahalah sebaik mungkin, terjatuh, bangkit, terjatuh lagi,bangkit lagi. Jatuh di lubang yang sama, bukanlah hal yang mustahil. Jika kita belum menemukan hikmah dari satu kegagalan, maka Tuhan akan memberikan lubang yang itu-itu lagi untuk kita taklukan. Ubah logic programnya! cobalah segala macam cara untuk menyelesaikan task yang diberikan. Banyak kesalahan menuntut banyak kreatifitas. Copy paste? sah-sah saja, tapi, akibatnya, kreatifitas tidak akan berkembang.

Ketika error terjadi, temukanlah error messagenya, dan carilah solusinya. Tidak jarang, seorang programmer berkutat dalam satu kesalahan bahkan setelah membaca error message karena tidak memahami apa yang disampaikan message tersebut. Ini yang menyiksa. Error ditemukan, tapi solusi masih diawang-awang. Gw selalu tertantang untuk menyelesaikan clueless error seperti itu. Learning by doing lebih menyenangkan daripada learning by asking. Tapi, cara tercepatnya, adalah googling! meskipun sifatnya untung-untungan. Gw pribadi lebih memilih untuk bertanya langsung pada yang lebih berpengalaman, selain karena lebih enak untuk diskusi, derita gw di suzuki adalah ga dapet akses internet! hehehe. Tapi menemukan solusi dari permasalahan hidup tidaklah semudah menekan search di google. Hikmah dan pelajaran ibarat error message, harus ditemukan terlebih dahulu sebelum kita benar-benar memahami skenario apa yang sedang kita jalani. Berani gagal adalah sebuah hal yang sia-sia jika kita tidak belajar dari kesalahan yang kita buat. Lakukan kesalahan sebanyak mungkin, dan temukan hikmah dibalik kesalahan tersebut. Banyak bertanya pada orang2 yang lebih berpengalaman dalam permasalahan yang sama. Belajar dari setiap kesalahan. Jika hikmah belum terpahami? jangan salahkan Tuhan mengapa ia memberikan cobaan terus menerus pada kita.

Dan yang terpenting dalam trial error adalah mengetahui apa yang diinginkan. Print berulang-ulang, koreksi berkali-kali adalah pekerjaan yang sia-sia jika layout yang diinginkan tidak jelas. Ketika hasil yang diinginkan tidak jelas, bisa dipastikan prosesnya akan lebih ga jelas. Dan ada satu hal lagi yang ga kalah penting dan bisa memotivasi gw, tujuan yang lebih besar, memberikan manfaat yang lebih besar. Setelah hampir lima tahun nyemplung di dunia programing, kebanggan terbesar adalah ketika melihat hasil dari kerja keras kita bermanfaat bagi user. Lelah dalam proses trial error, terbayar sudah ketika mengingat part tag yang gw buat sangat berpengaruh dalam proses produksi sebuah mobil atau motor. Setiap melihat konsumen akhir memakai produk suzuki, terdapat kebanggaan tersendiri, karena disana ada karya hasil keringat gw. Begitupun dengan hidup. Trial error adalah sebuah kesiasiaan besar ketika kita tidak punya tujuan. Bermimpilah, dan ketahuilah dengan pasti mengapa kita menginginkan mimpi itu, value apa yang kita pertahankan dari mimpi itu. Jangan mengejar target tanpa mengetahui big purpose target tersebut. Buat gw, bermimpi tanpa mengetahui value dari mimpi itu ga lebih dari seorang anak TK yang menginginkan iPhone. Bermimpi kuliah sampai luar negeri, tidak membuat gw merasa keren ketika gw ga ngerti apa tujuan akhir yang lebih mulia dari ilmu yang didapat di  kuliah itu. Temukan tujuan mulia dari cita-cita kita, maka kita akan memiliki motivasi lebih untuk mewujudkannya. Sesuatu yang ketika kita harus mati saat menjalaninya, maka kita akan mati dengan penuh kebanggan. Ketahui dengan pasti apa yang kita inginkan, dan mengapa kita menginginkan hal tersebut. Gagal? coba lagi! cari cara lain untuk mewujudkan tujuan itu. Same purpose, different activity. Same purpose different occupation.

Tidak mau mencoba? Masih takut untuk gagal? Jangan ragu untuk menggunakan prinsip trial error. Know your purpose, Try everything to reach it, find the error message, think for solution, and get your own success. Selamat mencoba!!

Salah satu oleh-oleh proses trial error yang pernah terekam photoscape *emang bisa?* #stress
Read More 5 comments | Posted by Sofia edit post
Jika ada yang berhak untuk mengclaim sebuah ilmu, hanya Tuhan yang layak melakukannya.Tidak ada kepemilikan dalam sebuah ilmu. Membaginya, adalah sebuah kesadaran akan pentingnya manfaat dari ilmu itu. 

Gw mundur. Tapi bukan berarti gw sependapat sama lo
Read More 0 comments | Posted by Sofia edit post
Postingan Lebih Baru Postingan Lama Beranda

The Ultimate Me

  • Search


  • Another Me


    Another Me

    Another me

    Labels

    • dalem (24)
    • friendship (13)
    • Idola Cilik (12)
    • curhat (10)
    • Inside Bandung (8)
    • musik (8)
    • buku (7)
    • family (7)
    • kanaya (7)
    • bandung (6)
    • video (6)
    • nayra (5)
    • celebrate (4)
    • kesya (4)
    • personal (4)
    • Belajar (3)
    • allchatboxrise (3)
    • dari radio (3)
    • first (3)
    • multimedia (3)
    • Cuma Ada Disini (2)
    • Fiksi Musikal (2)
    • fammily (2)
    • program hamil (2)
    • tancop (2)
    • you and i (2)
    • Nasya (1)
    • Rafiq (1)
    • materi kuliah (1)
    • tobat (1)

    Blog Archive

    • ▼  2016 (1)
      • ▼  April (1)
        • Promil 101 (part 1: memilih dokter kandungan)
    • ►  2015 (4)
      • ►  Juli (3)
      • ►  April (1)
    • ►  2014 (1)
      • ►  Maret (1)
    • ►  2013 (10)
      • ►  Desember (2)
      • ►  Oktober (3)
      • ►  Agustus (2)
      • ►  Juni (1)
      • ►  Mei (1)
      • ►  Januari (1)
    • ►  2012 (2)
      • ►  Maret (1)
      • ►  Februari (1)
    • ►  2011 (22)
      • ►  Desember (1)
      • ►  Juli (1)
      • ►  Mei (2)
      • ►  April (10)
      • ►  Maret (7)
      • ►  Januari (1)
    • ►  2010 (49)
      • ►  Desember (3)
      • ►  November (1)
      • ►  Oktober (2)
      • ►  September (6)
      • ►  Agustus (7)
      • ►  Juli (4)
      • ►  Juni (5)
      • ►  Mei (1)
      • ►  April (7)
      • ►  Maret (7)
      • ►  Februari (6)

    My Chatbox





    • Home
    • Posts RSS
    • Comments RSS
    • Edit

    © Copyright The Ultimate Me. All rights reserved.
    Designed by FTL Wordpress Themes | Bloggerized by FalconHive.com
    brought to you by Smashing Magazine

    Back to Top