kyaaaa... baru update lagi kabar tentang kahitna. Dan baru dapet link video perform Soulmate yang diaransemen ulang. Keren bangeettt! Belum lagi harmonisasi vokal ketiga vokalis kecenya. kangen marioooo *lho?*
Lagi nyari video perform mash-up beberapa lagu mereka, dulu nonton live di stasiun TV manaa gitu, udah lupa. Ada yang punya?
Saya pulang! Kali ini benar-benar pulang. 31 december 2012, secara resmi gue meninggalkan Bekasi dan kembali ke Bandung untuk batas waktu yang tidak ditentukan. Selamanya mungkin? Hehehehe... Sudah direncanakan sejak lama sih, tapi tetep aja mengalami semacam culture shock lagi. Masih jetlag kali ya. But always, home sweet home!
Satu kata: Jempol!!! sesuai sama expektasi gue. Makin cinta sama Sarasvati!!
cr: risasarasvati's youtube
It's raining outside. Lagu yang ada di urutan pertama playlist gue kali ini adalah Desember Efek Rumah Kaca. Seperti ada sebuah utang yang belum lunas pada lagu ini. Desember 2009 lalu, lagu ini bukan hanya jadi nomor satu di playlist, tapi juga menjadi soundtrack of the month hidup gue. Setahun kemudian, ketika @aciear mengajak gue untuk ikutan project #hujan nya, akhirnya gue bahas hubungan hujan, desember dan kisah didalamnya dalam sebuah tulisan. Karena satu dan lain hal, tulisan itu masih tersimpan rapi di hardisk, dan hanya dipublish di blogbelumjadi alias tumblr gue sebagai postingan trial tanpa gue tindak lanjuti. Rencana awalnya, tulisan tersebut akan di repost di ultimate me pada saat yang tepat sesuai dengan judulnya, Desember.
Dan desemberpun sudah lewat, Januari akan segera berakhir, namun ultimate me masih mati suri. Postingan berjudul Desember itupun nampaknya sudah kadaluarsa jika muncul di akhir Januari ini. Tapi ijinkan gue menyapa ciptaan Tuhan yang paling esensial dalam tulisan itu, Hujan. Apa kabar hujan? Yang pasti ia masih tetap ajaib. Tetap menjanjikan sesuatu yang magis. Lebih dari sekedar cerita, lebih dari sekedar bahasa. Hujan memiliki caranya sendiri untuk menampakkan keindahannya. Hadir dalam puisi, nada dan sapuan warna. Melebur dalam suka, duka dan rindu yang menggelora. Menjelma dalam rintik atau badai yang tak terduga.
Terlalu banyak 'pengalih' yang menyebabkan gue tidak bisa menikmati hujan di musim ini dengan khusyuk. Otak gue lebih rusuh dari biasanya, namun gue memilih untuk lebih banyak diam daripada biasanya. Terlalu banyak kata, terlalu banyak tanya terkadang bukan merupakan hal yang baik jika kita tau betul hanya Tuhan yang mampu menjawabnya. Maka ikhlas dan tawakal adalah bentuk penyikapan terbaik, meskipun merupakan penyikapan tersulit. Maka sore ini, gue ingin sejenak mengistirahatkan otak, mengabaikan tanya dan menikmati rintik hujan di luar sana. Tidak ada cokelat panas, buku dan selimut tebal. Hanya lagu ERK, my blue laptop, dan Taro rasa rumput laut. Perpaduan yang kurang selaras dan agak maksa. Namun hujan selalu punya cara menjadikan semuanya terasa lebih syarat makna. Perlahan, kenangan indah dalam hujan membuat senyum gue merekah. Ya, gue masih punya sahabat, keluarga, teman-teman, dan cita-cita. Mereka yang selalu menyayangi gue, mereka yang selalu memberikan kehangatan tersendiri di hati ini. Lalu, adakah alasan bagi gue untuk tidak mensyukuri hujan sore ini?
29 Januari 2012, ditulis selagi hujan.
Dan desemberpun sudah lewat, Januari akan segera berakhir, namun ultimate me masih mati suri. Postingan berjudul Desember itupun nampaknya sudah kadaluarsa jika muncul di akhir Januari ini. Tapi ijinkan gue menyapa ciptaan Tuhan yang paling esensial dalam tulisan itu, Hujan. Apa kabar hujan? Yang pasti ia masih tetap ajaib. Tetap menjanjikan sesuatu yang magis. Lebih dari sekedar cerita, lebih dari sekedar bahasa. Hujan memiliki caranya sendiri untuk menampakkan keindahannya. Hadir dalam puisi, nada dan sapuan warna. Melebur dalam suka, duka dan rindu yang menggelora. Menjelma dalam rintik atau badai yang tak terduga.
Terlalu banyak 'pengalih' yang menyebabkan gue tidak bisa menikmati hujan di musim ini dengan khusyuk. Otak gue lebih rusuh dari biasanya, namun gue memilih untuk lebih banyak diam daripada biasanya. Terlalu banyak kata, terlalu banyak tanya terkadang bukan merupakan hal yang baik jika kita tau betul hanya Tuhan yang mampu menjawabnya. Maka ikhlas dan tawakal adalah bentuk penyikapan terbaik, meskipun merupakan penyikapan tersulit. Maka sore ini, gue ingin sejenak mengistirahatkan otak, mengabaikan tanya dan menikmati rintik hujan di luar sana. Tidak ada cokelat panas, buku dan selimut tebal. Hanya lagu ERK, my blue laptop, dan Taro rasa rumput laut. Perpaduan yang kurang selaras dan agak maksa. Namun hujan selalu punya cara menjadikan semuanya terasa lebih syarat makna. Perlahan, kenangan indah dalam hujan membuat senyum gue merekah. Ya, gue masih punya sahabat, keluarga, teman-teman, dan cita-cita. Mereka yang selalu menyayangi gue, mereka yang selalu memberikan kehangatan tersendiri di hati ini. Lalu, adakah alasan bagi gue untuk tidak mensyukuri hujan sore ini?
29 Januari 2012, ditulis selagi hujan.
Gambar dari sini
Pernah mengalami hal yang sama? saat kita 'denial' terhadap sesuatu dan tidak mau mengakui bahwa sang duka sedang mendera? Berpura-pura tegar dengan senyum sebagai topengnya.
"Mana diri gw yang kuat? tegar dan selalu ceria? Gw ga kenal sama bayangan yang ada di cermin sana". Sisi lemah, tidak diakui sebagai bagian diri. Bahkan ketika ia muncul, ia didakwa sebagai musuh yang harus segera ditembak mati.
What are you resist, persist. Apa yang kamu tolak, akan awet. Ketika diri berusaha mati-matian untuk menghilangkan duka, maka ia akan awet dan bertahan lebih lama. Maka peluklah sang duka, terimalah ia sebagai bagian dari diri. Bahwa sang diri memiliki sisi lemah, yang tak perlu ditutupi. Rasakanlah, resapilah. Maka percayalah, sang duka akan menguap dengan sendirinya. Menghilang dengan cara yang tak kita duga.
"Mana diri gw yang kuat? tegar dan selalu ceria? Gw ga kenal sama bayangan yang ada di cermin sana". Sisi lemah, tidak diakui sebagai bagian diri. Bahkan ketika ia muncul, ia didakwa sebagai musuh yang harus segera ditembak mati.
What are you resist, persist. Apa yang kamu tolak, akan awet. Ketika diri berusaha mati-matian untuk menghilangkan duka, maka ia akan awet dan bertahan lebih lama. Maka peluklah sang duka, terimalah ia sebagai bagian dari diri. Bahwa sang diri memiliki sisi lemah, yang tak perlu ditutupi. Rasakanlah, resapilah. Maka percayalah, sang duka akan menguap dengan sendirinya. Menghilang dengan cara yang tak kita duga.
***
Yeah! akhirnya bisa rilis juga my own fiksi musikal!. Ilustrasi lagu diambil dari karya band2 indie indonesia, semacam tribute untuk mereka. Ilustrasi gambar, diambil dari satu situs saja: http://www.deviantart.com. Foto2nya juara! Untuk siapapun yang tidak menggembok karyanya disana, terima kasih. Juga untuk si 'anak band dan anak sastra di rumah', yang udah ngasih gw banyak referensi band indie Bandung dan Jakarta. Untuk yang merasa bosan dengan pasar musik indonesia, silahkan mencicipi lagu2 indie karya anak negeri. Musiknya lebih beragam, berani, kreatif, dan tetap idealis.
Lagu intro dalam video ini, adalah Melody in D Minor karya Hollywood Nobody(Bandung). Bagian pertama cerita adalah Yang terpisah versi Remix karya Homogenic(Bandung). Bagian kedua cerita adalah single terbaru Hollywood Nobody: A Bow To My Violin. Lagu ini bisa didownload secara gratis di situs pribadi sang vokalis. Dan lagu tema utama adalah Mellancholia karya salah satu band indie ibukota favorit gw, Efek Rumah Kaca. Insert sound diambil dari Fighting Clubnya Sarasvati (Bandung). Remix lagu dilakukan tanpa bermaksud merusak karya mereka. Terima kasih, untuk para musisi indie berbakat yang mampu menginspirasi dengan karya2 cerdasnya.
Enjoy!
@314sofia
Lagu intro dalam video ini, adalah Melody in D Minor karya Hollywood Nobody(Bandung). Bagian pertama cerita adalah Yang terpisah versi Remix karya Homogenic(Bandung). Bagian kedua cerita adalah single terbaru Hollywood Nobody: A Bow To My Violin. Lagu ini bisa didownload secara gratis di situs pribadi sang vokalis. Dan lagu tema utama adalah Mellancholia karya salah satu band indie ibukota favorit gw, Efek Rumah Kaca. Insert sound diambil dari Fighting Clubnya Sarasvati (Bandung). Remix lagu dilakukan tanpa bermaksud merusak karya mereka. Terima kasih, untuk para musisi indie berbakat yang mampu menginspirasi dengan karya2 cerdasnya.
Enjoy!
@314sofia
The Ultimate Me
Search
Labels
- dalem (24)
- friendship (13)
- Idola Cilik (12)
- curhat (10)
- Inside Bandung (8)
- musik (8)
- buku (7)
- family (7)
- kanaya (7)
- bandung (6)
- video (6)
- nayra (5)
- celebrate (4)
- kesya (4)
- personal (4)
- Belajar (3)
- allchatboxrise (3)
- dari radio (3)
- first (3)
- multimedia (3)
- Cuma Ada Disini (2)
- Fiksi Musikal (2)
- fammily (2)
- program hamil (2)
- tancop (2)
- you and i (2)
- Nasya (1)
- Rafiq (1)
- materi kuliah (1)
- tobat (1)
Blog Archive
My Chatbox
© Copyright The Ultimate Me. All rights reserved.
Designed by FTL Wordpress Themes | Bloggerized by FalconHive.com
brought to you by Smashing Magazine




